Kapan pemrograman fungsional digunakan?

Konsep Paradigma Pemrograman

Eleanor Thomas

Senior Data Analytics Engineer

Aplikasi pemrograman fungsional

  • Machine learning, deep learning, kecerdasan buatan
  • Analisis dan pemrosesan data besar
  • Aplikasi rekayasa data (mis. di Scala dan Clojure)

Pemrosesan data

Konsep Paradigma Pemrograman

Contoh pemrograman fungsional

def process_data(raw_data):
    processed_data = raw_data

    ... further processing steps here! ...

    return processed_data
  • Fungsi menerima data masukan pada raw_data
  • Fungsi membuat variabel keluaran processed_data
  • Fungsi menjalankan serangkaian langkah konsisten untuk memproses data
  • Fungsi mengembalikan processed_data
Konsep Paradigma Pemrograman

Kelebihan dan kekurangan pemrograman fungsional

KELEBIHAN

  • Fungsi murni lebih mudah dibaca dan di-debug
  • Fungsi murni lebih mudah diuji
  • Lebih sedikit konsekuensi tak terduga dalam kode
  • Fungsi murni sangat dapat digunakan ulang antar proyek
  • Dapat menjalankan fungsi berbeda secara paralel untuk mempercepat kode

KEKURANGAN

  • Pola pikirnya tidak mudah, bisa terasa membatasi: "efek samping" (menulis file, dll.) adalah sebagian besar hal yang kita inginkan dalam pemrograman
  • Lebih sedikit pakar, alat, dan kerangka kerja untuk pemrograman fungsional
  • Kurva belajar lebih curam dan sumber belajar lebih sedikit
  • Penggunaan memori lebih besar membatasi aplikasi
Konsep Paradigma Pemrograman

Pemrograman fungsional dan deklaratif

  • Pemrograman fungsional adalah jenis pemrograman deklaratif
  • Pemrograman deklaratif: beri tahu komputer apa yang harus dilakukan, bukan bagaimana melakukannya
  • Pemrograman fungsional hanyalah satu jenis dari pemrograman deklaratif
  • Programmer menentukan fungsi yang dijalankan, bukan langkah detailnya

Pemrograman fungsional itu deklaratif

Konsep Paradigma Pemrograman

Ayo berlatih!

Konsep Paradigma Pemrograman

Preparing Video For Download...