GDPR dalam Praktik: Kepatuhan dan Denda
Mamnoon Hadi
Head of Analytics & Insights, Readdle
Apa yang akan Anda pelajari:
Siapa yang tercakup?
Mengapa penting?
Tahun: 2018$^1$
Data terkompromi: British Airways mengalami kebocoran, mengekspos data pribadi dan finansial 400.000+ pelanggan
Kegagalan: ICO menemukan bahwa British Airways, sebagai pengendali data, tidak menerapkan langkah keamanan yang memadai untuk melindungi data pelanggan, yang pada akhirnya menyebabkan kebocoran

Peran: British Airways adalah Pengendali Data—menentukan penggunaan data pelanggan; sedangkan Pemroses Data (contoh: penyedia pembayaran seperti Stripe, PayPal) memproses data
Pelanggaran: melanggar prinsip GDPR perlindungan data by design dan minimalisasi data
Denda/hukuman ICO: denda £20 juta (turun dari £183 juta)
Dampak: info pribadi bocor, termasuk detail kartu kredit; risiko finansial besar & hilangnya kepercayaan

Konsekuensi regulasi: penegakan oleh Otoritas Perlindungan Data (DPA), denda hingga 4% dari pendapatan global
Risiko gugatan dari individu terdampak: Penumpang BA dapat menuntut setelah data pribadi & kartu kredit mereka terekspos
Sanksi finansial: bayangkan membayar £20 juta atau 4% omzet tahunan untuk sesuatu yang bisa dihindari
Kerusakan reputasi:
Apa yang kita pelajari dari BA?
Pelajaran utama:
Langkah proaktif:
GDPR dalam Praktik: Kepatuhan dan Denda